Artikel
Petani, Pilar Ketahanan Pangan yang Masih Berjuang
Petani memiliki peran krusial dalam menjaga ketahanan pangan dan kestabilan ekonomi di Indonesia. Sebagai produsen utama bahan pangan, mereka memastikan ketersediaan beras, sayuran, dan buah-buahan yang dikonsumsi masyarakat setiap hari. Selain itu, sektor pertanian juga menjadi tulang punggung perekonomian dengan menyediakan bahan baku untuk industri serta menciptakan lapangan kerja bagi jutaan orang.
Namun, pada kenyataannya, kehidupan para petani masih jauh dari kata sejahtera. Mereka harus bekerja keras untuk mencukupi kebutuhan hidup mereka sendiri, bahkan di tengah berbagai tantangan. Berdasarkan kesaksian empat ketua kelompok tani di Desa Warjabakti yang kami temui, salah satu permasalahan utama yang mereka hadapi adalah terkait pupuk. Regulasi mengenai pupuk subsidi yang sering berubah tanpa sosialisasi yang jelas membuat petani kesulitan mengaksesnya. Akibatnya, mereka terpaksa beralih ke pupuk non-subsidi yang harganya lebih mahal, sehingga meningkatkan biaya produksi dan mengurangi keuntungan mereka.
Selain itu, petani juga dihadapkan pada permasalahan harga jual hasil panen yang rendah. Harga eceran yang ditetapkan sering kali tidak sebanding dengan biaya produksi, menyebabkan petani mengalami kerugian. Ketidakstabilan harga dan minimnya perlindungan bagi petani membuat profesi ini semakin sulit dijalani. Oleh karena itu, diperlukan perhatian lebih dari pemerintah dan pihak terkait untuk menciptakan kebijakan yang berpihak kepada petani, mulai dari ketersediaan pupuk hingga penetapan harga yang adil, agar kesejahteraan mereka dapat meningkat dan ketahanan pangan nasional tetap terjaga.